Rumus RANK Otomatis Mengatasi Ranking Ganda

Meranking, atau menentukan peringkat pada siswa berdasarkan nilai-nilai mata pelajaran, kadang membuat kita bingung ketika terjadi ranking ganda pada banyak siswa karena jumlah nilai yang sama.

Kita masih harus melakukan tambahan pekerjaan secara manual karena belum ada rumus RANK yang sesuai dengan kebutuhan untuk itu.

Tulisan ini akan menunjukkan bagaimana membuat sendiri rumus RANK yang otomatis dapat mengatasi ranking ganda secara akurat, adil, dan tidak ribet.

Materi bahasan meliputi hal-hal berikut: perlunya mengatasi ranking ganda, mengatasi ranking ganda secara manual, mengatasi ranking ganda dengan rumus sendiri yang lebih akurat, adil, dan tidak ribet.

Perlunya Mengatasi Ranking Ganda

Mengatasi ranking ganda diperlukan untuk menghindari ranking yang sama dari sejumlah siswa yang memiliki jumlah nilai yang sama.

Misalnya dari 10 siswa di sebuah kelas, daftar nilai (jumlah akhir nilai dari tiga mata pelajaran) adalah sebagai berikut: 262, 253, 248, 253, 257, 257, 254, 262, 244, 244.

Lihat gambar berikut: daftar nilai

Dari data di atas terlihat bahwa ada beberapa nilai yang muncul lebih dari satu kali (berwarna). Ini berarti bahwa beberapa siswa memiliki jumlah nilai yang sama. Dengan demikian, jika nilai-nilai tersebut di-ranking, maka akan terjadi beberapa ranking ganda (ranking sama) untuk beberapa siswa.

Lihat gambar berikut:ranking ganda

Terlihat bahwa yang mendapatkan ranking 1 ada dua siswa, ranking 3 ada dua siswa, ranking 6 ada dua siswa, dan ranking 9 ada dua siswa.

Jika ranking yang sama dari sejumlah siswa tersebut tetap diberikan kepada orang tua, maka orang tua akan bingung. Kok ranking beberapa anak sama. Apa guru tidak bisa menentukan pilihan untuk mengurutkan berdasarkan pertimbangan lain?

Sebab itu, ranking yang ganda harus diatasi. Tujuannya: agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan siswa maupun orang tua, atau pihak lain terkait.

Mengatasi Ranking Ganda Secara Manual

Cara yang paling mudah untuk mengatasi ranking ganda tersebut adalah dengan menggunakan pertimbangan mata pelajaran, diurutkan dari nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA (contoh di atas).

Cara kerjanya, ranking yang sama kemudian mengacu pada nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia terlebih dahulu.

Lihat contoh ini:ranking ganda

Dari ranking yang sama itu, misalnya nilai 262 (dua orang, ANAS dan HUDA) masing-masing mendapatkan ranking 1, maka harus dilihat nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dari kedua siswa tersebut.

Siapa yang nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih tinggi, dia mendapatkan ranking pertama dari kedua siswa tersebut (dalam contoh ini adalah ranking 1). Siswa yang mendapatkan nilai Bahasa Indonesia lebih rendah mendapatkan ranking 2.

Dari contoh dua siswa yang masing-masing mendapatkan ranking 1, nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk ANAS adalah 85, sedangkan HUDA mendapatkan nilai 96. Dengan demikian, maka HUDA mendapatkan ranking 1, dan ANAS ranking 2.

Selanjutnya, masih pada contoh di atas, EVY dan FETY juga mendapatkan ranking sama, yakni ranking 3. Kebetulan, nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia juga sama, yakni 89. Sebab itu harus dilihat pada nilai mata pelajaran berikutnya yakni mata pelajaran Matematika.

Pada mata pelajaran Matematika, nilai EVY (88) lebih tinggi daripada nilai FETTY (80). Karena itu maka EVY mendapatkan ranking yang lebih tinggi daripada FETTY. Jadi, EVY mendapatkan ranking 3, dan FETTY mendapatkan ranking 4.

Masih pada contoh di atas, BUDI dan DELTA juga mendapatkan ranking sama, masing-masing ranking 6. Nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk BUDI (89) lebih tinggi dibandingkan nilai DELTA (88). Maka, BUDI mendapatkan ranking 6, dan DELTA ranking 7.

Terakhir, INDAH dan JAYA. Masing-masing mendapatkan ranking 9. Nilai Bahasa Indonesia keduanya sama (80), nilai Matematika juga sama (77), nilai IPA (87). Dalam hal semuanya sama, kita ambil yang nomor induknya lebih keciil dahulu. Jadi, INDAH ranking 9 dan JAYA ranking 10.

Pertimbangan nomor induk tersebut, atau nomor urut, diambil pada langkah terakhir setelah tidak ada lagi pertimbangan nilai atau pertimbangan lain yang bisa digunakan.

Catatan: Jika pertimbangan pada satu mata pelajaran (secara berurutan) ternyata belum bisa mengubah ranking ganda (karena nilainya masih sama), maka pertimbangan dicarikan pada nilai mata pelajaran berikutnya.

Jika semua mata pelajaran tidak bisa membantu, maka pertimbangan dapat diambilkan dari nilai-nilai lain, seperti: nilai ekstrakurikuler, nilai prestasi nonakademik, nilai kedisiplinan, nilai kerajinan, dan seterusnya.

Catatan: Melakukan aktivitas mengatasi ranking ganda secara manual tersebut tentu cukup repot. Terlebih jika jumlah siswa besar, dan jumlah mata pelajaran juga cukup banyak.

Mengatasi Ranking Ganda dengan Rumus

Untuk mengatasi ranking ganda yang memenuhi ketentuan seperti disebutkan di atas (didasarkan pada nilai mata pelajaran secara berurutan), berikut adalah contoh yang sudah dibuat.

Caranya adalah dengan melakukan RANK atas jumlah akhir dari nilai jumlah asal ditambah dengan semua nilai mata pelajaran setelah masing-masing dikalikan dengan bilangan tertentu.

Lihat kembali contoh ini:

ranking ganda

Misalnya: jumlah asal untuk ANAS (262) harus dikalikan dengan bilangan tertentu, 1010, Bahasa Indonesia dikalikan dengan 107, Matematika dikalikan 104, dan IPA dikalikan 101. Nomor urut dibalik dengan urutan 10, 9, 8 dan seterusnya kemudian dikalikan 100.

Semua hasil perkalian tersebut kemudian dijumlahkan menjadi jumlah akhir, terus jumlah itu yang diranking. Hasilnya: Hasil ranking lebih memenuhi rasa keadilan karena penentuan pada ranking ganda didasarkan pada kriteria yang cukup banyak.

Kelemahannya:

  1. Kita harus membuat lembar kerja bantuan untuk melakukan perkalian dan penjumlahan (melakukan beberapa kegiatan tambahan);
  2. Jika pangkat pengalinya tidak tepat, misalnya selisihnya terlalu kecil, atau perbedaan nilai pada mata pelajaran urutan belakang justru sangat besar, maka hasilnya menjadi tidak akurat.

Bisa saja, misalnya, perbedaan nilai terakhir cukup besar, maka kemungkinan nilai yang terakhir itu justru yang mengubah jumlah melampaui perbedaan pada nilai mata pelajaran yang lebih awal. Sebab itu cara ini kurang praktis, tidak akurat, dan masih terkesan ribet.

Mengatasi Ranking Ganda dengan Rumus RANK+COUNTIFS+…

Cara yang ketiga ini adalah cara yang kami rekomendasikan. Cara ini didasarkan pada pertimbangan nilai-nilai pada mata pelajaran, urut dari pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan seterusnya (bisa diterapkan pada jumlah mata pelajaran yang lebih banyak).

Rumusnya langsung dituliskan di dalam satu cell sehingga menjadi otomatis (tidak memerlukan tindakan manual), dapat memenuhi rasa keadilan (dengan kriteria yang beragam), tidak membutuhkan lembar kerja tambahan, dan tidak ribet.

Rumus asalnya adalah ini: RANK+COUNTIFS+…

Sintaksnya: =RANK(number;ref;[order])+COUNTIFS(

Rumusnya seperti ini: =RANK(num;ref;order)+COUNTIFS(criteria_range1;criteria1;criteria_rang2;criteria2)+COUNTIFS(criteria_range1;criteria1;criteria_range2;criteria2;criteria_range3;criteria3) dan seterusnya, hingga seluruh pertimbangan dapat dimasukkan ke dalam kriteria.

Keterangan:

  1. Pada fungsi RANK: num adalah nilai yang akan dicari ranking-nya; ref adalah referensi nilai seluruh siswa, order adalah urutan 0 atau kosong untuk perankingan dari nilai tertinggi, dan 1 atau bilangan utuh lain selain 0 untuk perankingan dari nilai terendah;
  2. Pada fungsi COUNTIFS (yang pertama): criteria_range1 adalah rentang nilai dari jumlah (seluruhnya), criteria1 adalah nilai dari yang dicari nilainya sebagai num pada RANK, criteria_range2 adalah rentang nilai pada mata pelajaran pertama yang dijadikan acuan (contoh: Bahasa Indonesia), criteria2 adalah nilai dari yang menjadi acuan RANK ditambahkan “>”& di depannya;
  3. Pada fungsi COUNTIFS (kedua): criteria_range1 dan criteria1 sama dengan pada COUNTIFS pertama, criteria_range2 dan criteria2 sama dengan pada COUNTIFS pertama tanpa tanda “>”&, criteria_range3 adalah rentang nilai pada mata pelajaran Matematika, criteria3 adalah nilai Matematika dari nilai acuan dengan tambahan “>”& di depannya;
  4. Begitu seterusnya. Rumus tersebut berlanjut hingga pertimbangan terakhir.

Hasilnya benar-benar akurat, dan memenuhi rasa keadilan, sekaligus praktis (tidak ribet).

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penulisan rumus dalam praktik.

daftar nilai

Pertama, tuliskan rumus rank pada cell yang sesuai (kolom RANK, urut dengan nama ANAS): =RANK(G6;$G$6:$G$15), terus kopi cell tersebut dan paste-kan di kolom bawahnya, sehingga kolom RANK terisi semua seperti gambar di bawah.

ranking ganda

Dari hasil yang masih terdapat beberapa RANK ganda untuk beberapa siswa tersebut, klik cell pada kolom RANK yang pertama (urut dengan ANAS), lihat di formula bar, klik setelah kurung tutup.

Kemudian tambahkan tanda plus (+) kemudian COUNTIFS dengan ketentuan seperti di atas, hingga semua kriteria terpenuhi. Seperti inilah rumus lengkapnya:

=RANK(G6;$G$6:$G$15)+COUNTIFS($G$6:$G$15;G6;$D$6:$D$15;”>”&D6)+COUNTIFS($G$6:$G$15;G6;$D$6:$D$15;D6;$E$6:$E$15;”>”&E6)+COUNTIFS($G$6:$G$15;G6;$D$6:$D$15;D6;$E$6:$E$15;E6;$F$6:$F$15;”>”&F6)+COUNTIFS($G$6:$G$15;G6;$D$6:$D$15;D6;$E$6:$E$15;E6;$F$6:$F$15;F6;$C$6:$C$15;”<“&C6)

Hasil RANK-nya akan berubah menjadi begini:

Terlihat, sudah tidak ada ranking ganda. Dan untuk jumlah nilai yang sama telah mendapatkan perubahan sesuai kriteria yang disebutkan di atas.

Simpulan:

  1. Membuat rumus RANK yang otomatis dapat mengatasi ranking ganda, perlu memperhatikan beberapa faktor sebagai kriteria, agar hasil ranking dari rumus tersebut benar-benar memenuhi rasa keadilan;
  2. Selain memenuhi rasa keadilan, rumus tersebut harus praktis (mudah diaplikasikan), sekaligus tanpa ribet (tidak memerlukan kerja tambahan pada cell atau sheet lain selain pada cell yang dicari ranking-nya dengan rumus tersebut;
  3. Rumus RANK yang dibuat terakhir tersebut telah memenuhi rasa keadilan, akurat dan praktis, sekaligus tidak ribet.

Jika Anda memandang tulisan ini penting dan bermanfaat, silakan bagikan di media sosial yang Anda punya atau teman dan sahabat karib Anda; sehingga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi lebih banyak orang.

Video lengkap tentang penggunaan rumus RANK yang sekaligus mengatasi ranking ganda terkait tulisan ini sudah diunggah di YouTube, melalui Channel Video Belajar dengan judul: Bagaimana Meranking di Excel Tanpa Ranking Ganda dengan Rumus?

Silakan tonton dengan cara meng-KLIK link di bawah ini. KLIK juga tombol SUBSCRIBE dan aktifkan lonceng notifikasi. Berikan LIKE jika tidak keberatan. Anda dapat mengunduh file latihan dengan lima mata pelajaran dan jumlah siswa 30 orang. Jadi, jumlahnya lebih banyak.

Please accept YouTube cookies to play this video. By accepting you will be accessing content from YouTube, a service provided by an external third party.

YouTube privacy policy

If you accept this notice, your choice will be saved and the page will refresh.

0 comments… add one

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.